lingkungan seimbang

Kondisi ideal lingkungan yang seimbang.
KESEIMBANGAN LIGKUNGAN
Lingkungan yang seimbang memiliki memiliki daya lenting dan daya dukung yang tinggi.
Keseimbangan lingkungan ini di tentukan oleh seimbangnya energi yang masuk dan energi yang digunakan, seimbangnya antara bahan makanan yang terbentuk yang terbentuk dengan yang digunakan, serta adanya keseimbangan faktor-faktor biotik. Tetapi jika terdapat gangguan terhadap salah satu factor-faktor tersebut dapat menimbulkan gangguan terhadap keseimbangan lingkungan.

1.Daya Lenting dan Daya Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar mahluk hidup. Lingkungan terdiri factor biotik dan abiotik. lingkungan tersebut membentuk suatu sistem, yang disebut sebagai sistem lingkungan atau ekosistem.
Ekosistem (sistem lingkungan) dapat tumbuh dan berkembang hingga mencapai klimaks, dan mencapai keseimbangan lingkungan.
Sistem lingkungan itu memiliki daya lenting, yakni daya untuk pulih kembali ke keadaan seimbang. Selain itu,sistem lingkungan juga memiliki daya dukung, yakni kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan mahluk hidup agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar di dalamnya
2.Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Daya Lenting Dan Daya Dukung Lingkungan

Daya dukung lingkungan dapat di tingkatkan. Manusia selalu berusaha meningkatkan daya dukung lingkunganya, terutama terhadap lingkungan buatan. Namun harus selalu di ingat, kemampuan (kapasitas) lingkungan terbatas. Daya dukung lingkungan tidak mungkin terus menerus di tingkatkan tanpa batas.
Kondisi pada kenyataan :
Jumlah penduduk akan terus bertambah dan tidak pernah berkurang. Dengan demikian, kebutuhan dasar manusia seperti makanan, sandang dan perumahan akan terus bertambah besar. Akibatnya Sumber Daya Alam yang tersedia akan semakin banyak di ambil dari lingkungan.
Perkembangan iptek memicu industrialisasi. Untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus meningkat, harus di produksi bahan-bahan kebutuhan dalam jumlah besar melalui industri. Akibatnya sebagai berikut.

1.Sumber daya alam yang di ambil dari lingkungan semakin besar baik
macam maupun jumlahnya.
2.Industri mengeluarkan limbah yang mencemari lingkungan.
3.Populasi manusia juga mengeluarkan limbah, yaitu limbah rumah tangga dan limbah manusia yang mencemari lingkungan.
4.Muncul bahan-bahan sintetik yang tidak alami, misalnya insektisida dan obat-abatan, yang dapat meracuni lingkungan.dan merusak keadaan keseimbangan lingkungan,menimbulkan pencemaran

Semua hal itu berpengaruh terhadap daya lenting dan daya lingkungan. Akibatnya daya lenting dan daya lingkungan akan semakin kecil. Sehingga, waktu yang di gunakan oleh lingkungan untuk pulih kembali semakin lama. Karena kerusakan lingkungan, daya lingkungan semakin kecil. Artinya, lingkungan tidak mampu lagi menyediakan kebutuhan hidup organisme yang ada di dalamnya. Ini disebabkan karena kapasitas (kemampuan) lingkungan memiliki batasan-batasan tertentu dalam menyediakan kebutuhan – kebutuhan mahkluk hidup.

Apabila lingkungan terus di ganggu, lingkungan tidak lagi memiliki daya lenting sehingga tidak dapat mencapai keseimbangan.
Pada mulanya, organisme mampu untuk beradaptasi untuk terhadap perubahan lingkungan. Akan tetapi, perubahan lingkungan berlangsung cepat, sehingga organisme tidak mampu lagi mengikuti perubahan lingkungan.
Sejak tahun 1970-an manusia di hadapkan pada masalah lingkungan yang mengewatirkan yaitu kerusakan lingkungan dan pencemaran. Penyebabnya antara lain adalah ledakan populasi manusia, kemajuan iptek, dan industrialisasi.

Kerusakan lingkungan dan pencemaran membawa banyak perubahan pada lingkungan.
Misalnya, beberapa spesies hewan dan tumbuhan punah dan adanya bahan pencemar pada sayuran, ikan, dan daging yang dikonsumsi.
Bahan pencemar tersebar mengikuti jaring-jaring makanan dan siklus biokimia, melintasi wilayah Negara dan benua.
Dampak pencemaran tidak hanya di rassakan secara lokal. Melaikan juga di rasakan secara global.

Contohnya, masalah global adalah sebagai berikut:
Gas CO2 yang di hasilkan dari proses pembakaran, meningkatkan kadar CO2 di atmosfer.
Akibatnya, bumi di selimuti oleh gas dan debu-debu pencemar. Kandungan gas CO2 semakin tinggi karena banyak hutan di tebang.
Keberadaan tumbuhan semakin rendah sehingga tidak ada lagi yang menyerap CO2. Karenanya suhu bumi makin panas dan meningkat , cahaya matahari yang masuk ke bumi tidak dapat di pantulkan lagi ke angkasa, sebab terperangkap oleh gas-gas dan debu tersebut.
Akibatnya suhu bumi semakin meningkat. Inilah yang di sebut sebagi efek rumah kaca.
Jika suhu terus meningkat, es kutub akan mencair. Jika es di daerah kutub mencair, maka permukaan air laut meningkat. Yang secara otomatis hal tersebut dapat menenggelamkan daerah pantai yang rendah.

Lingkungan dikatakan seimbang jika dinamika rantai makanan, jaring makanan dan piramida makannnya tepat, Artinya tidak ada rantai makanan yang hilang atau tidak proporsional (Supeni, dkk : 1994).
Pada sebuah jaring makanan tiap organisme mempunyai fungsi tertentu. Peran tiap konsumen dalam ekosistem ialah memangsa atau dimangsa. Hal ini penting untuk dipelajari karena pada suatu ekosistem yang seimbang tidak ada satu jenis konsumen yang akan berkembang biak begitu cepat, sehingga mendominasi yang lain ( Dirjen Pendasmen P &K, 1993).
Untuk keseimbangan ekosistem, komponen produsen harus lebih banyak daripada konsumen karena akan berfungsi dalam mengatur keseimbangan lingkungan, seperti :
• Sebagai paru-paru dunia
• Pengendali erosi dan banjir
• Mendaur ulang gas-gas berbahaya seperti CO dan CO₂
• Mencegah pemanasan global
Konsumen dalam jumlah perbandingan yang seimbang akan dapat mengendalikan populasi sesuai jenis makanan yang tersedia. Karnivor akan menjadi faktor pembatas meledaknya laju populasi herbivore (Tim Pelatihan Proyek DMAP Depag, 2003)
Yang seharusnya terjadi di dalam lingkungan seimbang ialah, adanya penambahan atau penurunan jumlah mahkluk hidup mengikuti batas-batas tertentu. Oleh karena itu, keseimbangan lingkungan bersifat dinamis. Tetapi, apabila terjadi perubahan drastis yang merusak faktor-faktor keseimbangan lingkungan akan berdampak pula kepada keadaan ekosistem, seperti rusaknya ekosistem (system lingkungan)

Kehidupan yang ada di muka bumi ini sebenarnya merupakan satu sistem ekologis. Sebagai suatu sistem, semua komponen penyusunnya seperti manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan akan saling memengaruhi komponen yang lainnya. Yang dimaksud sistem ekologis adalah berfungsinya perpindahan energi dan daur biogeokimia pada suatu ekosistem. Berpindahnya energi disertai dengan perpindahan zat dari air, tanah, dan udara ke organisme, lalu kembali ke air, tanah dan udara lagi. Lingkungan yang dapat menjamin kelangsungan sistem ekologi tersebut dinamakan lingkungan yang seimbang. Keseimbangan lingkungan yang dimaksud dapat terjadi jika faktor biotik dalam rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan berada dalam komposisi seimbang. Kondisi lingkungan semacam itu yang akan menjamin terbentuknya ekosistem yang sehat.

Keseimbangan ekosistem tidaklah statis, artinya komponen penyusun ekosistem dapat mengalami kenaikan maupun penurunan jumlah populasi, namun dalam komposisi yang proporsional. Ekosistem seimbang didukung oleh banyak alternatif lintasan yang dapat dilalui zat untuk terjadinya daur materi dan perpindahan energi. Semakin banyak variasi jenis tumbuhan, herbivora, karnivora dan mikroba maka semakin banyak lintasan zat. Hal tersebut menyebabkan ekosistem tersebut semakin mantap keseim-bangannya. Jika satu jenis tumbuhan berkurang, masih tersedia jenis tumbuhan lain sebagai produsen yang menjadi sumber makanan bagi herbivora. Demikian pula, bila hewan herbivora tertentu jumlahnya berkurang masih ada jenis herbivora lainnya yang dapat dimakan oleh hewan karnivora. Seterusnya, bila ada jenis karnivora tertentu yang punah masih ada karnivora lain yang meneruskan perpindahan energi dan zat dalam komunitas tersebut. Sebaliknya, bila komunitas hanya beberapa jenis organisme yang terbatas akan menjadi kurang stabil. Bila ada satu atau dua jenis organisme mengalami kepunahan tidak akan ada alternatif jalur yang dapat dilalui oleh zat dan energi, sehingga bila ada perubahan lingkungan maka akan ada yang mengalami kepunahan atau bahkan ada pertumbuhan populasi (booming populasi) yang tidak seimbang. Keseimbangan lingkungan akan stabil dan akan tetap terjaga apabila jumlah individu produsen lebih besar daripada jumlah konsumen I, demikian juga jumlah konsumen I harus lebih besar dari jumlah konsumen II, dan seterusnya jumlah konsumen II harus lebih besar dari jumlah konsumen III. Apabila faktor biotik dan abiotik mangalami perubahan maka keseimbangan lingkungan menjadi terganggu, misalnya akibat penggundulan hutan, bencana alam adan perburuan liar.
Kemampuan lingkungan untuk memperbaiki kembali komponen yang berkurang dikenal dengan istilah kelentingan lingkungan. Kondisi lingkungan yang dapat memberikan kehidupan bagi organisme yang menempatinya disebut daya dukung lingkungan. Pada ekosistem yang seimbang semua populasi secara alamiah dibatasi oleh populasi organisme lain, sehingga tidak ada populasi yang tumbuh tanpa batas dan mendominasi yang lain. Setiap populasi pada ekosistem yang seimbang memiliki kondisi maksimum dan minimum yang selalu berkaitan dengan populasi lainnya. Pada kondisi seimbang ekosistem kaya akan variasi komponen biotik dan abiotik yang memungkinkan perpindahan energi dan daur zat berlangsung secara lancar. Maka bila ada perubahan apapun, dengan sendirinya akan membentuk keseimbangan baru secara proporsional sesuai dengan perubahan itu. Hal itu dapat terjadi selama perubahan itu masih berada di dalam daya dukung dan daya lentingnya. Namun, bila perubahan ekosistem menyebabkan suatu komponen tidak berfungsi maka aliran energi dan daur materi akan terganggu, yang pada akhirnya akan memengaruhi semua komponen ekosistem lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s