pencemaran air

PENCEMARAN AIR
Pencemaran air adalah sebuah peristiwa masuknya zat-zat , energy, unsure, atau komponen lain ke dalam air sehingga mengakibatkan turunnya kualitas air. Kualitas air yang menurun ditandai dengan adanya perubahan pada bau, warna dan rasa air.
Sumber-sumber yang mengakibatkan pencemaran air antara lai sebagai berikut :
1. limbah industri seperti sampah atau buangan industry lainnya, dan limbah rumah sakit misalnnya jenis-jenis logam berat. Limbah industry semacam ini jika di konsumsi oleh manusia, maka dapat merusak organ tubuh manusia dan menyebabkan penyakit kanker.
2. limbah rumah tangga seperti air detergen bekas mencuci pakaian , air sehabis mandi ataupun air bekas mencuci piring
3. limbah pertanian : berupa zat organoklorin yang bersal dari DDT , pupuk maupun pestisida yang diberikan secara berlebihan kepada tumbuhan sehingga zat-zat tersebut terangkut oleh aliran sungai
Pencemaran air menyebabkan :
1.terjadinya eutrofikasi yaitu suatu peristiwa penimbunan mineral di perairan yang tercemar dan menyebabkan adanya ledakan populasi ganggang (blooming algae) sehingga mahkluk hidup yang hidup di dalam air tidak dapat berfotosintesis karena sinar matahari terhalang oleh alga, serta mahkluk hidup yang membutuhkan oksien akan terganggu pula.
2. terjadinya pendangkalan pada perairan
3. terjadi pemekatan hayati (bio magnification ) yaitu suatu peristiwa peningkatan kadar bahan pencemar melalui tubuh mahkluk hidup.
Untuk mengurangi adanya limbah pabrik, sebaiknya suatu pabrik didirikan pada daerah yang dekat dengan hilir sungai, dan sebelum limbah tersebut di buang ke perairan, limbah tersebut harus diolah dengan menggunakan alat filtrasi dan destilasi, untuk memilah mana yang boleh angsung dibuang ke perairan dan mana yang tidak boleh.
Bahan pencemar yang ditemukan di air antara lain berupa logam berat 3B (bahan beracun berbahaya) antara lain : benzene, merkuri , karbon, timbale , krom, arsenat , cadmium, tetraklorida.

jaringan pada tumbuhan

MACAM – MACAM JARINGAN PADA TUMBUHAN :

1 jaringan meristem : merupakan jaringan yang terdiri dari sekelompok sel yang aktif membelah. pembelahan sel nya terjadi secara mitosis. dibedakan menjadi :

  • meristem apikal : disebut juga sebagai meristem ujung . meristem ini terdapat pada ujung tumbuhan seperti ujung batang, ujung akar dan ujung daun. pertumbuhan yang dihasilkan oleh meristem apikal merupakan pertumbuhan primer. dan jaringan yang dihasilkan disebut dengan jaringan primer. sifatnya keras dan berkayu. hal ini disebabkan karena struktur penyusun sel nya kompak dan lignin pada dinding sel.
  • meristem lateral : merupakan meristem yang letaknya sejajar dengan keliling organ tempat jaringan ini ditemukan. misal : berupa kambium pembuluh dan kambium gabus. pembelahan pada meristem ini menyebabkan adanya pembesaran pada batang dan akar tumbuhan. pertumbuhan yang disebabkan oleh jaringan ini disebut sebagai pertumbuhan sekunder dan jaringannya disebut dengan jaringan sekunder.
  • meristem interkalar : meruakan meristem yang terdapat pada jaringan yang telah dewasa. misalnya di pangkla ruas rumput-rumputan.

jaringan epidermis :

merupakan lapisan paling luar pada aka, batang,buah, daun , biji, batang pada tumbuhan. pada sel epidermis terdapat lapisan lilin atau kutikula yang dapat mencegah atau meminimalisasi hilangnya air dari tumbuhan.

fungsi jaringan epidermis ialah sebagai pelidung untuk semua bagian dalam tumbuhan . namun fungsi tersebut dapat berkembang seiring ditemukan adanya mdifikasi pada jaringan epidermis.

jaringan parenkim atau yang sering disebut sebagai jaringan dasar . :

seringkali digambarkan sebagai tipikalsel-el tumbuhan. strukturnya tersusun oleh sel-sel parenkim. selnya beregi banyak dan berdinding tipis. fungsi : melakukan kegiatan fotosintesis, sebagai tempat penimbunan makanan,air, dan pigmen, transportasi, mengganti, menyusun , dan memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak, membentuk generasi baru dari tumbuhan.

jaringan kolenkim atau yang sering disebut sebagai jaringan penguat. :

memiliki kesamaan sifat dengan jaringan parenkim. mempunyai bentuk yang simetris.sel-sel nya tidak memilik dinding sekunder. sel-sel nya bersifat lentur dan ditemukan di dalam jaringan primer yang berfungsi untuk menyokong batang serta daun yang sedang tumbuh pada tumbuhan tua, dinding sel kolenkim akan mengeras atau berlignin sehingga akan berubah akan berubah menjadi sel sklerenkim.

jaringan sklerenkim : merupakan jaringan dasae yang terdiri atas sel-sel dengan dinding sekunder yang tebal. dinding sekunder tersebut tersusun dari lignin sehingga lebih kuat dan tebal.

komponen utamanya berupa dinding sel dan bukan protoplasma. oleh karena itu sel-sel pada jarigan ini dapat menjalankan fungsinya sekalipun jaringan ini mati. fungsi utama sklerenkim ialah sebagai penyokong dan terkadang berfungsi sebagai pelindung.

jaringan pengangkut :

merupakan jaringan yang bertanggung jawab atas transportasi air dan garam mineral dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan. terdiri dari dua bagian yaitu xilem dan floem .

silem merupakan pembuluh kayu  yang merupakan jaringan pengangkut daair daln mineral dari tanah menjuju ke seluruh bagian tumbuhan. xylem terdiri atas elemen pembuluh dan trakeid.

floem ialah pembuluh tapis dimana jaringan ini berfungsi untuk mengedarkan zat-zat hasil dari proses fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.

orang-orang yang termasuk sebagai WNI

Orang-orang dapat menjadi WNI,bila menurut UU No.12 tahun 2006 Bab 2 pasal 4,adalah sebagai berikut :

  1. Memperoleh kewarganegaraan melalui kelahiran

Mereka yang memperoleh kewarganegaraan melalui kelahiran adalah:

  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia;
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga Negara asing.
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum Negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut;
  • Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia;
  • Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebeum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin;
  • Anak yang lahir di wilayah Negara Republik Indonesia yang pada watu lahirnya tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya;
  • Anak yang baru lahir di wilayah Negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaanya;
  • Anak yang lahir di luar wilayah Negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari Negara anak tersebut dilahirkan tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan;
  • Anak Warga Negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun atau elum awin diakui secara sah oleh ayahnya yang kewarganegaraan asing tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia.
  • Anak Warga Negara Indonesia yang belum berusia 5 tahun diangkat secara sah sebagai ana oleh warga Negara asing berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia.
  1. Memperoleh kewarganegaraan melalui pengangkatan adalah seorang anak asing yang:
  • Diangkat sebagai anak oleh Warga Negara Indonesia;
  • Pada waktu pengangkatan itu ia belum berumur 5 tahun;
  • Pengangkatan anak itu memperoleh penetapan pengadilan.
  1. Memperoleh kewarganegaraan melalui permohonan pewarganegaraan

Mereka yang bisa memperoleh kewarganegaraan melalui permohonan pewarganegaraan adalah seorang yang:

  • Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin;
    • Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah Negara Republik Indonesia paling singkat 5 tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut;
    • Sehat jasmani dan rohani;
    • Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar Negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
    • Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 tahun atau lebih;
    • Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda;
    • Mempunyai pekerjaan dan atau berpenghasilan tetap; dan
    • Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.
  1. Memperoleh kewarganegaraan melalui perkawinan
  • Warga negara asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia; dan
  • Menyampaikan pernyataan menjadi warga Negara di hadapan pejabat.
  1. Memperoleh kewarganegaraan karena pemberian kewarganegaraan

Mereka yang memperoleh kewarganegaraan melalui pemberian adalah orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau karena alasan kepentingan negara. Status sebagai Warga Negara Indonesia itu diberikan oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia. Pemberian kewarganegaraan tersebut tidak berlaku bila pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda.

Yang dimaksud dengan “orang asing yang telah berjasa kepada Negara Republik Indonesia” adalah orang asing yang karena prestasinya yang luar biasa di bidang kemanusiaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, lingkungan hidup, serta keolahragaan, telah memberikan kemajuan dan keharuman nama bangsa Indonesia.

Adapun yang dimaksud dengan “orang asing yang diberi kewarganegaraan karena alasan kepentingan negara” adalah orang asing yang dinilai oleh Negara telah dan dapat memberikan sumbangan yang luar biasa untuk kepentingan memantapkan kedaulatan Negara dan untuk meningkatkan kemajuan, khususnya di bidang perekonomian Indonesia.

  1. Memperoleh kewarganegaraan karena ikut ayah dan ibu adalah:
  • Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum Kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia, dari ayah atau ibu yang memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia.
  • Anak warga negara asing yang belum berusia 5 tahun yang diangkat secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh Warga Negara Indonesia memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia

Seseorang yang memiliki kewarganegaraan RI bisa kehilangan kewarganegaraannya itu. Hal itu terjadi, bila yang bersangkutan:

  • Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;
  • Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan unuk itu;
  • Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan;
  • Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden;
  • Secara sukarela masuk dalam dinas Negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia;
  • Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari Negara asing tersebut;
  • Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing;
  • Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari Negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari Negara lain atas namanya; atau
  • Bertempat tinggal di luar wilayah Negara Republik Indonesia selama 5 tahun terus-menerus bukan dalam rangka dinas Negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia sebelum jangka waktu lima tahun itu berakhir, dan setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi Warga Negara Indonesia kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan Republik Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan;
  • Perempuan Warga Negara Indonesia yang kawin dengan laki-laki warga Negara asing dan kewarganegaraannya mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersebut;.
  • Laki-laki Warga Negara Indonesia yang kawin dengan perempuan warga Negara asing dan kewarganegaraannya mengikuti kewarganegaraan istri sebagai akibat perkawinan tersebut

lingkungan seimbang

Kondisi ideal lingkungan yang seimbang.
KESEIMBANGAN LIGKUNGAN
Lingkungan yang seimbang memiliki memiliki daya lenting dan daya dukung yang tinggi.
Keseimbangan lingkungan ini di tentukan oleh seimbangnya energi yang masuk dan energi yang digunakan, seimbangnya antara bahan makanan yang terbentuk yang terbentuk dengan yang digunakan, serta adanya keseimbangan faktor-faktor biotik. Tetapi jika terdapat gangguan terhadap salah satu factor-faktor tersebut dapat menimbulkan gangguan terhadap keseimbangan lingkungan.

1.Daya Lenting dan Daya Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar mahluk hidup. Lingkungan terdiri factor biotik dan abiotik. lingkungan tersebut membentuk suatu sistem, yang disebut sebagai sistem lingkungan atau ekosistem.
Ekosistem (sistem lingkungan) dapat tumbuh dan berkembang hingga mencapai klimaks, dan mencapai keseimbangan lingkungan.
Sistem lingkungan itu memiliki daya lenting, yakni daya untuk pulih kembali ke keadaan seimbang. Selain itu,sistem lingkungan juga memiliki daya dukung, yakni kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan mahluk hidup agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar di dalamnya
2.Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Daya Lenting Dan Daya Dukung Lingkungan

Daya dukung lingkungan dapat di tingkatkan. Manusia selalu berusaha meningkatkan daya dukung lingkunganya, terutama terhadap lingkungan buatan. Namun harus selalu di ingat, kemampuan (kapasitas) lingkungan terbatas. Daya dukung lingkungan tidak mungkin terus menerus di tingkatkan tanpa batas.
Kondisi pada kenyataan :
Jumlah penduduk akan terus bertambah dan tidak pernah berkurang. Dengan demikian, kebutuhan dasar manusia seperti makanan, sandang dan perumahan akan terus bertambah besar. Akibatnya Sumber Daya Alam yang tersedia akan semakin banyak di ambil dari lingkungan.
Perkembangan iptek memicu industrialisasi. Untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus meningkat, harus di produksi bahan-bahan kebutuhan dalam jumlah besar melalui industri. Akibatnya sebagai berikut.

1.Sumber daya alam yang di ambil dari lingkungan semakin besar baik
macam maupun jumlahnya.
2.Industri mengeluarkan limbah yang mencemari lingkungan.
3.Populasi manusia juga mengeluarkan limbah, yaitu limbah rumah tangga dan limbah manusia yang mencemari lingkungan.
4.Muncul bahan-bahan sintetik yang tidak alami, misalnya insektisida dan obat-abatan, yang dapat meracuni lingkungan.dan merusak keadaan keseimbangan lingkungan,menimbulkan pencemaran

Semua hal itu berpengaruh terhadap daya lenting dan daya lingkungan. Akibatnya daya lenting dan daya lingkungan akan semakin kecil. Sehingga, waktu yang di gunakan oleh lingkungan untuk pulih kembali semakin lama. Karena kerusakan lingkungan, daya lingkungan semakin kecil. Artinya, lingkungan tidak mampu lagi menyediakan kebutuhan hidup organisme yang ada di dalamnya. Ini disebabkan karena kapasitas (kemampuan) lingkungan memiliki batasan-batasan tertentu dalam menyediakan kebutuhan – kebutuhan mahkluk hidup.

Apabila lingkungan terus di ganggu, lingkungan tidak lagi memiliki daya lenting sehingga tidak dapat mencapai keseimbangan.
Pada mulanya, organisme mampu untuk beradaptasi untuk terhadap perubahan lingkungan. Akan tetapi, perubahan lingkungan berlangsung cepat, sehingga organisme tidak mampu lagi mengikuti perubahan lingkungan.
Sejak tahun 1970-an manusia di hadapkan pada masalah lingkungan yang mengewatirkan yaitu kerusakan lingkungan dan pencemaran. Penyebabnya antara lain adalah ledakan populasi manusia, kemajuan iptek, dan industrialisasi.

Kerusakan lingkungan dan pencemaran membawa banyak perubahan pada lingkungan.
Misalnya, beberapa spesies hewan dan tumbuhan punah dan adanya bahan pencemar pada sayuran, ikan, dan daging yang dikonsumsi.
Bahan pencemar tersebar mengikuti jaring-jaring makanan dan siklus biokimia, melintasi wilayah Negara dan benua.
Dampak pencemaran tidak hanya di rassakan secara lokal. Melaikan juga di rasakan secara global.

Contohnya, masalah global adalah sebagai berikut:
Gas CO2 yang di hasilkan dari proses pembakaran, meningkatkan kadar CO2 di atmosfer.
Akibatnya, bumi di selimuti oleh gas dan debu-debu pencemar. Kandungan gas CO2 semakin tinggi karena banyak hutan di tebang.
Keberadaan tumbuhan semakin rendah sehingga tidak ada lagi yang menyerap CO2. Karenanya suhu bumi makin panas dan meningkat , cahaya matahari yang masuk ke bumi tidak dapat di pantulkan lagi ke angkasa, sebab terperangkap oleh gas-gas dan debu tersebut.
Akibatnya suhu bumi semakin meningkat. Inilah yang di sebut sebagi efek rumah kaca.
Jika suhu terus meningkat, es kutub akan mencair. Jika es di daerah kutub mencair, maka permukaan air laut meningkat. Yang secara otomatis hal tersebut dapat menenggelamkan daerah pantai yang rendah.

Lingkungan dikatakan seimbang jika dinamika rantai makanan, jaring makanan dan piramida makannnya tepat, Artinya tidak ada rantai makanan yang hilang atau tidak proporsional (Supeni, dkk : 1994).
Pada sebuah jaring makanan tiap organisme mempunyai fungsi tertentu. Peran tiap konsumen dalam ekosistem ialah memangsa atau dimangsa. Hal ini penting untuk dipelajari karena pada suatu ekosistem yang seimbang tidak ada satu jenis konsumen yang akan berkembang biak begitu cepat, sehingga mendominasi yang lain ( Dirjen Pendasmen P &K, 1993).
Untuk keseimbangan ekosistem, komponen produsen harus lebih banyak daripada konsumen karena akan berfungsi dalam mengatur keseimbangan lingkungan, seperti :
• Sebagai paru-paru dunia
• Pengendali erosi dan banjir
• Mendaur ulang gas-gas berbahaya seperti CO dan CO₂
• Mencegah pemanasan global
Konsumen dalam jumlah perbandingan yang seimbang akan dapat mengendalikan populasi sesuai jenis makanan yang tersedia. Karnivor akan menjadi faktor pembatas meledaknya laju populasi herbivore (Tim Pelatihan Proyek DMAP Depag, 2003)
Yang seharusnya terjadi di dalam lingkungan seimbang ialah, adanya penambahan atau penurunan jumlah mahkluk hidup mengikuti batas-batas tertentu. Oleh karena itu, keseimbangan lingkungan bersifat dinamis. Tetapi, apabila terjadi perubahan drastis yang merusak faktor-faktor keseimbangan lingkungan akan berdampak pula kepada keadaan ekosistem, seperti rusaknya ekosistem (system lingkungan)

Kehidupan yang ada di muka bumi ini sebenarnya merupakan satu sistem ekologis. Sebagai suatu sistem, semua komponen penyusunnya seperti manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan akan saling memengaruhi komponen yang lainnya. Yang dimaksud sistem ekologis adalah berfungsinya perpindahan energi dan daur biogeokimia pada suatu ekosistem. Berpindahnya energi disertai dengan perpindahan zat dari air, tanah, dan udara ke organisme, lalu kembali ke air, tanah dan udara lagi. Lingkungan yang dapat menjamin kelangsungan sistem ekologi tersebut dinamakan lingkungan yang seimbang. Keseimbangan lingkungan yang dimaksud dapat terjadi jika faktor biotik dalam rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan berada dalam komposisi seimbang. Kondisi lingkungan semacam itu yang akan menjamin terbentuknya ekosistem yang sehat.

Keseimbangan ekosistem tidaklah statis, artinya komponen penyusun ekosistem dapat mengalami kenaikan maupun penurunan jumlah populasi, namun dalam komposisi yang proporsional. Ekosistem seimbang didukung oleh banyak alternatif lintasan yang dapat dilalui zat untuk terjadinya daur materi dan perpindahan energi. Semakin banyak variasi jenis tumbuhan, herbivora, karnivora dan mikroba maka semakin banyak lintasan zat. Hal tersebut menyebabkan ekosistem tersebut semakin mantap keseim-bangannya. Jika satu jenis tumbuhan berkurang, masih tersedia jenis tumbuhan lain sebagai produsen yang menjadi sumber makanan bagi herbivora. Demikian pula, bila hewan herbivora tertentu jumlahnya berkurang masih ada jenis herbivora lainnya yang dapat dimakan oleh hewan karnivora. Seterusnya, bila ada jenis karnivora tertentu yang punah masih ada karnivora lain yang meneruskan perpindahan energi dan zat dalam komunitas tersebut. Sebaliknya, bila komunitas hanya beberapa jenis organisme yang terbatas akan menjadi kurang stabil. Bila ada satu atau dua jenis organisme mengalami kepunahan tidak akan ada alternatif jalur yang dapat dilalui oleh zat dan energi, sehingga bila ada perubahan lingkungan maka akan ada yang mengalami kepunahan atau bahkan ada pertumbuhan populasi (booming populasi) yang tidak seimbang. Keseimbangan lingkungan akan stabil dan akan tetap terjaga apabila jumlah individu produsen lebih besar daripada jumlah konsumen I, demikian juga jumlah konsumen I harus lebih besar dari jumlah konsumen II, dan seterusnya jumlah konsumen II harus lebih besar dari jumlah konsumen III. Apabila faktor biotik dan abiotik mangalami perubahan maka keseimbangan lingkungan menjadi terganggu, misalnya akibat penggundulan hutan, bencana alam adan perburuan liar.
Kemampuan lingkungan untuk memperbaiki kembali komponen yang berkurang dikenal dengan istilah kelentingan lingkungan. Kondisi lingkungan yang dapat memberikan kehidupan bagi organisme yang menempatinya disebut daya dukung lingkungan. Pada ekosistem yang seimbang semua populasi secara alamiah dibatasi oleh populasi organisme lain, sehingga tidak ada populasi yang tumbuh tanpa batas dan mendominasi yang lain. Setiap populasi pada ekosistem yang seimbang memiliki kondisi maksimum dan minimum yang selalu berkaitan dengan populasi lainnya. Pada kondisi seimbang ekosistem kaya akan variasi komponen biotik dan abiotik yang memungkinkan perpindahan energi dan daur zat berlangsung secara lancar. Maka bila ada perubahan apapun, dengan sendirinya akan membentuk keseimbangan baru secara proporsional sesuai dengan perubahan itu. Hal itu dapat terjadi selama perubahan itu masih berada di dalam daya dukung dan daya lentingnya. Namun, bila perubahan ekosistem menyebabkan suatu komponen tidak berfungsi maka aliran energi dan daur materi akan terganggu, yang pada akhirnya akan memengaruhi semua komponen ekosistem lainnya.